Belitung Is My Heart

Belitung Info: Pantai, makanan khas, masakan, lagu, lyrics, adat istadat, tari, musik dan lain-lain dalam bahasa Indonesia.

Info Seputar Kampung Halamanku Belitung, mulai dari Masakan, Makanan, Lagu, Adat Istiadat, Tari, Travel Guide Pantai, Kamus Bahasa dan lain-lain.

Thursday, December 11, 2008

Oleh-oleh Khas Belitung

Published by Zhalwa Alya Monica under on 6:22 AM
Oleh-oleh Khas dari Belitung bermacam-macam.
Salah satu alternatif buah tangan dari orang-orang Belitung, yaitu:

1. Satam / Batu Meteor



Batu hasil tabrakan meteor dengan bumi rupanya menjadi serpihan-serpihan yang  berkilauan bagaikan batu kaca, yang menyebar ke segala penjuru permukaan bumi seperti di Indonesia di Pulau Belitung, didekat Solo dan negara-negara lain seperti Australia, Cekoslavia, dan Arab. Salah satu batu berkilauan itu dikenal dengan nama Batu Satam, yang hanya dapat ditemui di Pulau Belitung. Batu langka berwarna hitam dengan urat-uratnya yang khas, menjadi daya tarik tersendiri jika kita berkunjung ke pulau penghasil timah itu.
Batu satam ini mungkin hanya satu-satunya yang ada didunia. Di Pulau Belitung sendiri, tidak mudah untuk mendapatkan batu satam, apalagi untuk dijadikan kerajinan. Biasanya para perajin mendapatkan batu satam dari para penambang timah darat, yang menemukan satam ini secara kebetulan dari perut bumi dengan kedalaman 50 meter.
Mereka pun menemukannya secara tak sengaja, terbawa oleh pipa pompa penghisap air yang diarahkan ke sakan yaitu tempat untuk memisahkan pasir dan timah.
Istilah satam diambil dari bahasa warga keturunan Cina yang berada di Pulau Belitung.
SA yang artinya pasir, sedangkan TAM artinya empedu. Jadi satam berarti empedu pasir.
Sementara warga pribumi Belitung sendiri mengartikan satam adalah Batu hitam.
Namun berdasarkan keterangan dari buku De Ontwikkling Van Het Eiland Billiton-Maatschappij karangan Door J.C. Mollema yang diterbitkan S. Gravenhage, Martinus Nijhoff 1992, menuliskan seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Ir. N Wing Easton dari Akademi Amesterdam di Belanda menamakan bebatuan meteor ini dengan istilah Billitonite yang artinya batu dari Pulau Belitung.
Di kalangan masyarakat Belitung sendiri, batu satam ini dipercaya mempunyai kekuatan magis sebagai penangkal penolak racun dan unsur makhluk-gaib. Namun bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Timah ini, selalu menyempatkan diri membeli batu satam ini sebagai cendramata khas Pulau Belitung, yang dijadikan kalung, giwang, bros, cincin, tasbih, tongkat komando dan sebagainya, yang dikenal dengan istilah Kerajinan Satam.
Salah seorang perajinan batu satam itu adalah Firman Zulkarnain, yang biasa dipanggil Firman Satam. Pria kelahiran Pulau Belitung yang tinggal di Desa Pangkalalang Tanjungpandan ini, telah menekuni usaha kerajinan batu satam selama 19 tahun.
Bahkan dengan kerajinan batu satamnya, Firman berhasil membawa nama Pulau Belitung ke ajang pameran-pamera nasional maupun internasional. Berbagai penghargaan juga telah diterimanya. Salah satunya adalah Asean Development Citra Award 2007-2008, yang dianugerahi oleh Asean programme Consultant Indonesia Consortium.
Meski tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, Firman tetap mempromosikan souvenir khas dari kelahirannya itu, seperti di Jakarta Fair 2008. Menurut Firman, para pengunjung sangat antusias untuk membeli ataupun sekedar melihat-lihat kerajinan satam yang dijual mulai dari harga 100 ribu sampai satu juta rupiah (harga promo tersebut hanya saat pameran).
Sayangnya, oleh orang-orang tak bertanggung jawab, banyak banyak dijual batu satam yang palsu, demi mendapatkan keuntungan semata. Untuk mengetahui satam yang asli, letakkan telapak tangan Anda diatas satam, jika terasa ada medan energi, itulah Satam yang asli. (Arizal Wahyudi/Ijs)

Source : Indosiar

2. Belacan / Terasi Dari Sijok


    Terasi dari daerah Sijok yang berada di kota Tanjung Pandan Belitung ini, biasa dibuat oleh-oleh. Setiap pulang kampung Saya  selalu membeli terasi ini buat oleh-oleh keluarga di Malang. Teksturnya yang unik dibungkus dengan ayaman daun pandan dan terasinya yang berwarna kemerahan, karna terasi ini asli terbuat dari udang kecil yang masih segar. Kalau buat sambal dan buat masak sangat gurih dan enak rasanya.

3.Kerupuk Ikan Dari Belitung


   Kerupuk ikan ini rasanya yang enak dan gurih, biasanya dibuat dari daging ikan tengiri dan ikan belida. Kalau ingat kerupuk Saya pasti akan ingat rumah di Belitung.

Lepat Beras

Published by Zhalwa Alya Monica under on 3:14 AM
Lepat Beras

Caesar Alexey


Sebagai perayaan syukur atas panen padi, para penduduk menggelar acara menumbuk padi bersama-sama. Beras yang dihasilkan oleh acara penumbukan padi itu akan digunakan untuk acara makan beras baru dan membuat lepat.

Lepat pada acara maras taun tidak dibuat dari beras ketan, tetapi dari beras ladang yang berwarna merah. Lepat tersebut diisi sepotong kecil ikan atau daging sehingga memberi aroma gurih.

Lepat dibuat dalam dua ukuran, yakni normal (selebar dua jari orang dewasa) dan raksasa. Lepat raksasa dalam perayaan Maras Taun kali ini beratnya sampai 60 kilogram, sedangkan lepat kecil dibuat 5.000 buah.

Pada akhir acara, lepat besar dipotong dan dibagikan kepada masyarakat dan pejabat lokal yang hadir. Sementara itu, lepat kecil yang diletakkan dalam sebuah pondok bambu, yang bernama pondok membarong, boleh menjadi rebutan penduduk.

Sebagai pesta rakyat, maras taun di Selat Nasik sudah dirayakan dua hari sebelumnya. Selama tiga hari itu masyarakat yang hadir disuguhi berbagai pertunjukan kesenian, baik dari desa itu maupun dari wilayah-wilayah lain.

Pada malam sebelum acara, kesenian seperti stambul (keroncong) fajar khas Belitung, tari piring khas minang dan teater Dulmuluk dari Sumatera Selatan dipertontonkan. Pentas musik dengan organ tunggal juga digelar untuk menghibur rakyat yang berpesta.

Makanan yang dihidangkan dalam pesta rakyat ini didominasi oleh makanan laut. Berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan cumi-cumi dimasak dengan berbagai cara. Kegembiraan terpancar dari wajah semua penduduk karena mereka yang mempersiapkan detail acara, mulai dari makanan sampai hiburan secara mandiri.

Maras Taun Adat Barik Urang Belitong

Published by Zhalwa Alya Monica under on 3:11 AM
Maras Taun Adat Barik Urang Belitong …

Caesar Alexey

Dua belas gadis remaja menyanyikan lagu Maras Taun sambil berlenggak-lenggok menarikan tari maras taun di hadapan para tamu undangan. Berbusana kebaya khas petani perempuan yang dilengkapi topi caping, mereka terus melantunkan ucapan syukur tahunan yang sudah menjadi adat masyarakat Belitung.

Tari itu merupakan suguhan pembuka dalam puncak peringatan Maras Taun di Desa Selat Nasik, Pulau Mendanau, Kabupaten Belitung, pertengahan April lalu. Tarian maras taun itu menyimbolkan para petani yang bekerja sama saat memanen padi ladang yang sudah tua. Untuk saling menyemangati, mereka menyanyikan sendiri lagu Maras Taun, bukan dengan iringan kaset.

Setelah para penari undur diri, dua dukun utama di desa itu tampil memulai doa bagi keselamatan Desa Selat Nasik dan Pulau Mendanau. Muhammad, sang dukun tua, mengambil posisi di sebelah kanan, sedangkan Abu Bakar Abas, dukun yang lebih muda, mengambil posisi di sebelah kiri.

Sebelum memulai doa, Abu Bakar memberi sedikit penjelasan tentang tahap-tahap dan fungsi doa keselamatan tersebut. Setelah itu Muhammad mengambil anglo kecil yang sudah diisi arang yang membara dan meletakkan potongan kayu gaharu ke atas bara sehingga keluar asap dengan wewangian khas. Di depan kedua dukun itu ada irisan daun norsah dan daun hati-hati, yang disebut dengan kesalan.

Sesudah itu, mulut para dukun komat-kamit membaca mantra. Doa mereka akhirnya bersatu dalam suatu doa bersama yang dilafalkan dalam bahasa Arab. Selanjutnya, kesalan diberkati lalu dijadikan rebutan para peserta maras taun.

Menurut Abu Bakar, irisan daun norsah berarti cahaya dari Tuhan, sedangkan daun hati-hati melambangkan peringatan bagi manusia agar tidak bertindak keliru. Maksudnya, dalam menjalani hidup, manusia harus berhati-hati karena Tuhan melihat semua kelakuan kita.

Oleh penduduk, ramuan kesalan dimasukkan ke dalam secawan air kemudian ditaburkan di dalam rumah dan perahu yang biasa mereka digunakan untuk melaut. Kesalan diyakini akan membawa keselamatan dan keberuntungan bagi semua orang yang mendapatkannya.

Maras taun, menurut Maryono, ketua panitia acara tersebut, pada awalnya merupakan peringatan hari panen bagi para petani padi ladang. Padi ladang hanya dapat dipanen setelah ditanam sembilan bulan sehingga peringatannya dilakukan setahun sekali.

Dalam kehidupan masyarakat kepulauan, seperti Pulau Mendanau, padi ladang memegang peranan yang sangat penting karena menjadi sumber pasokan bahan makanan utama. Perdagangan beras antarpulau memang dapat dilakukan tetapi pasokan dari tanah sendiri sangat penting, terutama jika suatu pulau terisolasi oleh badai dan cuaca buruk selama beberapa minggu.

Pada perkembangannya, peringatan panen padi itu berkembang menjadi peringatan syukur bagi semua penduduk pulau, baik yang berprofesi sebagai petani padi maupun nelayan. Jika petani merayakan panen, nelayan merayakan musim penangkapan tengiri dan laut yang tenang. Pada intinya, semua bersyukur untuk hasil panen pada bidang masing-masing selama setahun yang telah lewat.

Maras dalam bahasa Belitung, kata Abu Bakar, berarti memotong dan taun berarti tahun. Makna yang terkandung di dalamnya adalah semua penduduk meninggalkan tahun yang lampau dengan ucapan syukur dan permohonan atas semua yang baik untuk tahun selanjutnya.

Peringatan Maras Taun tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Selat Nasik, tetapi juga oleh banyak desa di Pulau Belitung, Pulau Mendanau, dan pulau-pulau kecil lain yang menginduk ke Kabupaten Belitung. Perayaan semacam ini sempat mati selama puluhan tahun, tetapi dihidupkan kembali sekitar enam tahun lalu di Selat Nasik.

Semula acara ini dihidupkan untuk menarik wisatawan ke kawasan itu. Namun, setelah berjalan enam tahun masyarakat kembali meresapi acara ini sebagai bagian integral kehidupan budaya mereka. Bahkan banyak desa lain juga menangkap semangat yang sama dan kembali merayakan maras taun sebagai warisan leluhur yang sempat hilang.

Saturday, December 6, 2008

Buku Kedua Dari Tetralogi Laskar Pelangi

Published by Zhalwa Alya Monica under on 6:17 AM
 

Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang mempesona dan akan membuat anda percaya pada tenaga cinta,percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan. Lebih dari itu,akan membuat Anda percaya pada tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran dimana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraaan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

Tampak komikal pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter pada buku ini lambat laun menguasai Anda. Potret-potret kecil yang menawan akan menghentakan Anda pada rasa humor yang halus tetapi memiliki efek filosofis yang meresonansi. Arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini, Arai dan Ikal, akan menuntun Anda dengan semacam keagungan dan daya tarik. Dengan begitu, Anda dapat melihat kedalam diri sendiri dengan penuh penghargaan, juga menolak semua keputusan dan ketidakberdayaan.


"Kita tak'akan pernah mendahului nasib !"teriak Arai.
"Kita akan sekolah ke Perancis, menjelajahi Eropa sampai Afrika! Apapun yang terjadi!"

Friday, December 5, 2008

Belitung Travel Guide

Published by Zhalwa Alya Monica under on 11:24 PM


Saya asli Belitung, sedangkan suami Saya asalnya dari kota Malang. Bulan Oktober kemarin kami pulang kampung ke Belitung, melalui bandar udara Juanda di Surabaya. Kami berangkat jam 09:30 dan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Tapi sebelum nyampai Jakarta kami transit ke kota Semarang. Tepat jam 12:30 pesawatpun mendarat di bandar udara internasional Soekarno-Hatta, kalau di Jakarta kami berangkat melalui terminal 1B. Dan pada jam 14:00 pesawat dan masih maskapai yang sama Kami berangkat lagi menuju Belitung, lama perjalanan sekitar 45 menit dan mendaratlah di bandar udara Hanandjoedin, Tanjung Pandan Belitung.  Karena sudah capek jadi Saya memutuskan langsung pulang ke rumah orang tua saya di kecamatan Gantong. Dan hari-hari berikutnya baru Saya melakukan perjalan ke beberapa pantai di pulau Belitung.

Wednesday, December 3, 2008

Masakan Khas Belitung Dan Kue Keringnya

Published by Zhalwa Alya Monica under on 7:01 AM


Kalau orang asli Belitung pasti tau masakan yang sering dijadikan lauk sehari-hari. Masakan ini kata temanku yang orang jawa seperti masakan yang kuahnya seperti jamu he..he...!,Kalau yang belum biasa mungkin melihatnya seperti itu. Tapi suamiku yang aslinya bukan orang Belitung aja suka ( kalau bilang ga suka takut dimarahin istrinya ), cuma bercanda aja ko ayak. Nama masakan khas ini Gangan bisa dari ikan laut, ikan air tawar atau daging ayam / daging sapi ( kalau ada yang ingin mencoba masakan  Gangan ini, silahkan beri komentar atau email nanti akan saya balas )               
Sedangkan untuk kue keringnya ini terbuat dari sagu, tapi biarpun saya asli orang Belitung saya ga bisa buat kue seperti ini. Habis bikinnya aja susah dan saya cuma bisa makan nya saja, kue ini pasti ada di rumah  kalau lebaran. Rasanya manis banget dan gurih, namanya kue Rintak.

Belitung Sekarang Ini

Published by Zhalwa Alya Monica under on 2:34 AM
Pada hari ini tgl 14 Desember 2008,dikutip dari harian Bangkapos.CyberMedia

1.Pariwisata Di Bangka-Belitung.
   TERPILIH sebagai Duta Wisata Indonesia 2008 bukan gampang. Sejumlah misi guna mendukung dunia pariwisata di Indonesia ada di depan Yuli Yanti dan Nur Putra Rakhmadani asal Kalimantan Selatan.
Pasangan ini juga akan mewakili Indonesi di tingkat Asia. Oleh sebab itu, keduanya bertekad untuk lebih mendalami tentang budaya dan pariwisata di Indonesia, terutama di daerah-daerah.  Keduanya juga perlu menyadarkan masyarakat, bahwa pariwisata juga menyangkut kebiasan sehari-hari. Seperti terbiasa hidup sehat, ramah dan sopan.

“Pariwisata bukan hanya daerah wisata tapi bisa juga kesadaran masyarakat bagaimana berperilaku sehat dan bersih,” ujar Yuli yang juga berstatus Galuh Kalsel usai mengunjungi Bangka Pos Group, Minggu (16/11).
Yuli berkulit sawo matang ini juga mengingatkan pentingnya berlaku jujur, ramah dan sopan sehingga wisatawan terkesan dengan daerah mereka kunjungi.

Kesadaran masyarakat memnag penting guna mendukung pariwisata di Indonesia. Namun tak kalah pentingnya lagi menurut Nur Putra (Galuh Kaltim) memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisata, seperti akomodasi, jalan, hotel-hotel serta fasilitas-fasilitas umum lainnya.

“Bila infrastruktur sudah bagus maka wisatawan akan lebih mudah datang untuk berkunjung. Para wisatawan itukan bukan hanya dari luar negeri saja tapi dari dalam negeri juga banyak,” ujar Nur Putra lajang berusia 24 tahun ini.

Lalu bagaimana pariwisata di Bangka Belitung menurut Duta Wisata Indonesia 2008 ini?
Ternyata Babel baru dikenal Yuli saat menjadi tuan rumah Pemilihan Duta Wisata Indoensia 2008 yang berakhir, Sabtu (15/11) malam di Hotel Parai Beach and Resort.

Selama lima hari mengikuti acara yang dilaksanakan Yayasan Duta Wisata Indonesia, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Pemprov Babel ini, Yuli bersama 48 wakil dari 25 provinsi di Indonesia rupa cukup terkesan.
“Selama ini orang Indonesia sendiri tidak tahu bahwa di Babel ini ada objek wisata yang cukup menarik. Saya saja baru tahu bahwa Pangkalpinang itu adanya di Babel,”papar Yuli, gadis 21 tahun ini.

Yuli juga menambahkan, wisata Babel masih banyak kekurangannya seperti infrastruktur pendukung.

Sedangkan Nur Putra Rakhmadani menilai perlu diperbaiki dari wisata Babel adalah sumber daya manusia atau masyarakat Babel sendiri agar lebih mengenali daerah wisatanya. Lalu agenda atau even yang melibatkan masyarakat,” Dengan meningkatkan volume kegiatan wisata baik di desa maupun kegiatan-kegiatan budaya yang dilakukan di pantai akan mendukung wisata di Babel ini,” ujar Nur Putra.

Malam final pemilihan Duta Wisata Indonesia 2008 di Parai Beach Resort, memilih Yuli dan Putra sebagai Duta Wisata Indonesia 2008,  Wakil I Duta Wisata diraih pasangan Jawa Tengah sedangkan wakil II diraih pasangan dari Riau. Untuk Duta Wisata Intelegensia jatuh pada pasangan dari Nusa Tenggara Barat, Duta Wisata Perdamaian diraih oleh pasangan dari Sumatera Barat, penampilan terbaik pasangan dari Gorontalo. Sedangkan pasangan dari Papua meraih Duta Wisata Persahabatan.

Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Jose Rizal dalam sambutannya mengharapkan agar duta wisata nantinya akan dapat mempromosikan wisata daerahnya dan Indonesia. 

2.Penerbangan ( Edisi 12 Desember 2008 ) . 
   TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG -- Walau Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air sempat dua kali terjadi delay akibat curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang akhir-akhir ini, namun kondisi alam tersebut belum menjadi kendala yang berati bagi dua maskapai penerbangan yang beroperasi di Belitung.

Kedua maskapai penerbangan yakni Sriwijaya Air dan Linus Airways tetap mengoperasikan armadanya seperti biasa.
Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, belum memberikan pengaruh berarti terhadap penerbangan ke Belitung. Dampaknya baru sebatas penundaan jam terbang untuk menunggu keadaan cuaca membaik.

District Manager (DM) Sriwijaya Air Tanjungpandan, Michael Kristhiofan kepada harian ini mengemukakan, akibat terjadinya perubahan cuaca akhir-akhir ini, pesawat Sriwijaya Air sempat mengalami penundaan jam terbang (delay) sebanyak dua kali pada jadwal penerbangan sore hari.

Michael mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi danb Geofisika (BMG) Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan untuk meminta prakiraan cuaca pada satu jam ke depan untuk diinformasikan ke Jakarta sebelum keberangkatan pesawat.

Mereka juga berkoordinasi dengan Sriwijaya Air Jakarta untuk memberikan informasi cuaca guna kepentingan pemberangkatan pesawat Sriwijaya Air ke Tanjungpandan.

“Kita terus koordinasi dengan BMG dan Jakarta untuk antisipasi RTB (return to base-red). Karena kalau terjadi RTB banyak yang dirugikan, baik airline juga penumpang. Yang utama adalah faktor keselamatan,” kata Michael kepada Grup Bangka Pos, Kamis (11/12).

Bahwa keadaan cuaca saat ini belum memberikan kendala juga dikemukakan oleh DM Linus Airways Tanjungpandan Petrus Sulardi. “Kalau pun ada, paling delay untuk menunggu cuaca membaik. Tapi belum pernah, karena kebetulan pada saat jadwal terbang cuaca dalam keadaan baik dan memungkinkan,” kata Petrus.
Petrus mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMG Bandara HAS Hanandjoeddin untuk prakiraan cuaca, serta melakukan koordinasi dengan Linus Airways Jakarta.

3. Pemerintahan ( Edisi 12 Desember 2008 ).
    Royalti dari Timah di  Provinsi Bangka-Belitung sebesar Rp. 300 Millyar.
Provinsi Babel tahun 2008 mendapatkan royalti timah dari pemerintah pusat sebesar Rp 300 miliar. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu hanya Rp 230 miliar.
Total royalti tersebut merupakan besaran yang didapat setelah diakumulasi dengan royalti kabupaten/kota di Babel. Pemprov Babel kecipratan Rp 65 miliar, naik dibanding tahun lalu Rp 46 miliar. Royalti timah dari pemerintah pusat ini dibagikan secara triwulan sebesar 3 persen.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Babel Noor Nedi kepada Bangka Pos Group, Kamis (11/12) mengatakan, meningkatnya royalti ini merupakan imbas dari peningkatan produksi beberapa perusahaan besar dan smelter-smelter yang ada di Babel beberapa bulan lalu. Noor mengaku, dari sekian perusahaan, PT Timah (Persero) Tbk dan PT Koba Tin memberikan sumbangsih terbesar.

“Peningkatan produksi yang dihasilkan oleh para smelter memberikan sumbangsih yang baik. Sebelumnya kan smelter-smelter ini belum dihitung besarannya. Untuk kebijakan ke depan, DPRD provinsi juga gubernur baik melalui Komisi VII DPR RI serta kementerian ESDM dan BUMN telah melayangkan surat untuk peningkatan pemungutan pendapatan daerah non pajak dari sektor timah,” terang Noor.

Angka 3 persen royalti dinilai tidak realistis dalam memberikan sumbangsih kepada daerah penghasil timah. Pemprov melalui gubernur meminta besaran royalti tersebut dinaikkan hingga 5 persen.

“Berdasarkan PP No 45, kita dapat 3 persen dan angka itu mesti harus dibagi lagi untuk kegiatan bakti lingkungan, CSR, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita mengusulkan kepada pusat baik itu Menteri Keuangan, Menteri BUMN, atau Menteri ESDM untuk segera merevisi PP 45 tersebut yang berkenaan dengan penerimaan negara bukan pajak,” tuturnya.

Jika tahun ini meningkat, penerimaan royalti timah Babel tahun depan bisa saja menurun. Pasalnya, ekspor balok timah Babel akhir tahun ini mengalami penurunan karena pembatasan produksi. Disamping itu, banyak eksportir timah menghentikan produksi untuk jangka waktu belum ditentukan.

Kadisperindag Pemprov Babel Salim Holian mengatakan dari 18 eksportir timah yang terdaftar memiliki ET, selama Oktober-November 2008 yang aktif mengirim balok timah ke luar negeri hanya PT Timah Tbk dan PT Mitra Stania Prima. Padahal menurut Salim, ada eksportir lainnya yang masih aktif diantaranya PT Koba Tin, PT DS Jaya Abadi, PT Donna Kembara Jaya, PT BGM International, PT Bangka Putra Karya, dan CV United Smelting.

“Eksportir tersebut sebelum krisis masih aktif mengirim, hanya saja dengan turunnya harga, cenderung memilih menahan produk mereka,” ujar Salim.

Salim menjelaskan, krisis ekonomi global yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan, otomatis berdampak terhadap ekspor Babel secara umum termasuk balok timah.


Royalti Minyak Bumi di Bangka-Belitung.
Berbeda dengan timah, royalti minyak bumi yang diterima Babel tahun ini menurun dan hingga kini sedang dihitung oleh Badan Pengatur Hulu Minyak (BPHM) bersama Dirjen Migas. Tahun 2007, Babel meraih Rp 10 miliar dari bagi hasil minyak bumi ini.

“Tahun ini tampaknya menurun, sebab produksi Sumur Intan Widuri kita yang berada di perairan Bangka Selatan mulai menipis. Ke depan, Pak Gubernur memerintahkan saya untuk bekerjasama dengan para ahli. Kita juga secara kedinasan telah berkoordinasi dengan lembaga teknis terkat yang menangani perminyakan,” kata Noor Nedi., Beberapa lembaga yang akan diajak kerjasama antara lain Dirjen Migas Kementerian ESDM, BPPT, dan beberapa lembaga lainnya untuk mencari cadangan potensi di titik-titik tertentu. Pemprov juga mengusulkan kepada Mendagri untuk memasukkan titik-titik eksplorasi minyak yakni Sumur Lampung I dan Sumur Lampung II untuk ke wilayah perairan Provinsi Babel.

“Ternyata usulan tersebut disetujui oleh Mendagri, Menkeu, dan Dirjen Migas. Jadi jika sudah masuk tahap eksplorasi di kedua sumur itu, maka kita akan ikut dalam lifting minyak yang ada,” kata Noor.

Selain itu, dalam pencarian potensi titik-titik cadangan minyak lain, Pemprov Babel juga bekerjasama dengan ITB. Patahan Natuna di bagian utara Babel diproyeksikan menjadi lahan eksplorasi yang dimungkinkan sebab masih menyimpan banyak cadangan minyak bumi. 

Labels


Edited By:wa2nlinux
Related Articles


Related Article Widget by Hoctro
 

Feedburner View

About Me

Feeds.Delicious

Share on Facebook