Belitung Is My Heart

Belitung Info: Pantai, makanan khas, masakan, lagu, lyrics, adat istadat, tari, musik dan lain-lain dalam bahasa Indonesia.

Info Seputar Kampung Halamanku Belitung, mulai dari Masakan, Makanan, Lagu, Adat Istiadat, Tari, Travel Guide Pantai, Kamus Bahasa dan lain-lain.

Friday, December 5, 2008

Belitung Travel Guide

Published by Zhalwa Alya Monica under on 11:24 PM


Saya asli Belitung, sedangkan suami Saya asalnya dari kota Malang. Bulan Oktober kemarin kami pulang kampung ke Belitung, melalui bandar udara Juanda di Surabaya. Kami berangkat jam 09:30 dan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Tapi sebelum nyampai Jakarta kami transit ke kota Semarang. Tepat jam 12:30 pesawatpun mendarat di bandar udara internasional Soekarno-Hatta, kalau di Jakarta kami berangkat melalui terminal 1B. Dan pada jam 14:00 pesawat dan masih maskapai yang sama Kami berangkat lagi menuju Belitung, lama perjalanan sekitar 45 menit dan mendaratlah di bandar udara Hanandjoedin, Tanjung Pandan Belitung.  Karena sudah capek jadi Saya memutuskan langsung pulang ke rumah orang tua saya di kecamatan Gantong. Dan hari-hari berikutnya baru Saya melakukan perjalan ke beberapa pantai di pulau Belitung.

Wednesday, December 3, 2008

Masakan Khas Belitung Dan Kue Keringnya

Published by Zhalwa Alya Monica under on 7:01 AM


Kalau orang asli Belitung pasti tau masakan yang sering dijadikan lauk sehari-hari. Masakan ini kata temanku yang orang jawa seperti masakan yang kuahnya seperti jamu he..he...!,Kalau yang belum biasa mungkin melihatnya seperti itu. Tapi suamiku yang aslinya bukan orang Belitung aja suka ( kalau bilang ga suka takut dimarahin istrinya ), cuma bercanda aja ko ayak. Nama masakan khas ini Gangan bisa dari ikan laut, ikan air tawar atau daging ayam / daging sapi ( kalau ada yang ingin mencoba masakan  Gangan ini, silahkan beri komentar atau email nanti akan saya balas )               
Sedangkan untuk kue keringnya ini terbuat dari sagu, tapi biarpun saya asli orang Belitung saya ga bisa buat kue seperti ini. Habis bikinnya aja susah dan saya cuma bisa makan nya saja, kue ini pasti ada di rumah  kalau lebaran. Rasanya manis banget dan gurih, namanya kue Rintak.

Belitung Sekarang Ini

Published by Zhalwa Alya Monica under on 2:34 AM
Pada hari ini tgl 14 Desember 2008,dikutip dari harian Bangkapos.CyberMedia

1.Pariwisata Di Bangka-Belitung.
   TERPILIH sebagai Duta Wisata Indonesia 2008 bukan gampang. Sejumlah misi guna mendukung dunia pariwisata di Indonesia ada di depan Yuli Yanti dan Nur Putra Rakhmadani asal Kalimantan Selatan.
Pasangan ini juga akan mewakili Indonesi di tingkat Asia. Oleh sebab itu, keduanya bertekad untuk lebih mendalami tentang budaya dan pariwisata di Indonesia, terutama di daerah-daerah.  Keduanya juga perlu menyadarkan masyarakat, bahwa pariwisata juga menyangkut kebiasan sehari-hari. Seperti terbiasa hidup sehat, ramah dan sopan.

“Pariwisata bukan hanya daerah wisata tapi bisa juga kesadaran masyarakat bagaimana berperilaku sehat dan bersih,” ujar Yuli yang juga berstatus Galuh Kalsel usai mengunjungi Bangka Pos Group, Minggu (16/11).
Yuli berkulit sawo matang ini juga mengingatkan pentingnya berlaku jujur, ramah dan sopan sehingga wisatawan terkesan dengan daerah mereka kunjungi.

Kesadaran masyarakat memnag penting guna mendukung pariwisata di Indonesia. Namun tak kalah pentingnya lagi menurut Nur Putra (Galuh Kaltim) memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisata, seperti akomodasi, jalan, hotel-hotel serta fasilitas-fasilitas umum lainnya.

“Bila infrastruktur sudah bagus maka wisatawan akan lebih mudah datang untuk berkunjung. Para wisatawan itukan bukan hanya dari luar negeri saja tapi dari dalam negeri juga banyak,” ujar Nur Putra lajang berusia 24 tahun ini.

Lalu bagaimana pariwisata di Bangka Belitung menurut Duta Wisata Indonesia 2008 ini?
Ternyata Babel baru dikenal Yuli saat menjadi tuan rumah Pemilihan Duta Wisata Indoensia 2008 yang berakhir, Sabtu (15/11) malam di Hotel Parai Beach and Resort.

Selama lima hari mengikuti acara yang dilaksanakan Yayasan Duta Wisata Indonesia, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Pemprov Babel ini, Yuli bersama 48 wakil dari 25 provinsi di Indonesia rupa cukup terkesan.
“Selama ini orang Indonesia sendiri tidak tahu bahwa di Babel ini ada objek wisata yang cukup menarik. Saya saja baru tahu bahwa Pangkalpinang itu adanya di Babel,”papar Yuli, gadis 21 tahun ini.

Yuli juga menambahkan, wisata Babel masih banyak kekurangannya seperti infrastruktur pendukung.

Sedangkan Nur Putra Rakhmadani menilai perlu diperbaiki dari wisata Babel adalah sumber daya manusia atau masyarakat Babel sendiri agar lebih mengenali daerah wisatanya. Lalu agenda atau even yang melibatkan masyarakat,” Dengan meningkatkan volume kegiatan wisata baik di desa maupun kegiatan-kegiatan budaya yang dilakukan di pantai akan mendukung wisata di Babel ini,” ujar Nur Putra.

Malam final pemilihan Duta Wisata Indonesia 2008 di Parai Beach Resort, memilih Yuli dan Putra sebagai Duta Wisata Indonesia 2008,  Wakil I Duta Wisata diraih pasangan Jawa Tengah sedangkan wakil II diraih pasangan dari Riau. Untuk Duta Wisata Intelegensia jatuh pada pasangan dari Nusa Tenggara Barat, Duta Wisata Perdamaian diraih oleh pasangan dari Sumatera Barat, penampilan terbaik pasangan dari Gorontalo. Sedangkan pasangan dari Papua meraih Duta Wisata Persahabatan.

Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Jose Rizal dalam sambutannya mengharapkan agar duta wisata nantinya akan dapat mempromosikan wisata daerahnya dan Indonesia. 

2.Penerbangan ( Edisi 12 Desember 2008 ) . 
   TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG -- Walau Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air sempat dua kali terjadi delay akibat curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang akhir-akhir ini, namun kondisi alam tersebut belum menjadi kendala yang berati bagi dua maskapai penerbangan yang beroperasi di Belitung.

Kedua maskapai penerbangan yakni Sriwijaya Air dan Linus Airways tetap mengoperasikan armadanya seperti biasa.
Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, belum memberikan pengaruh berarti terhadap penerbangan ke Belitung. Dampaknya baru sebatas penundaan jam terbang untuk menunggu keadaan cuaca membaik.

District Manager (DM) Sriwijaya Air Tanjungpandan, Michael Kristhiofan kepada harian ini mengemukakan, akibat terjadinya perubahan cuaca akhir-akhir ini, pesawat Sriwijaya Air sempat mengalami penundaan jam terbang (delay) sebanyak dua kali pada jadwal penerbangan sore hari.

Michael mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi danb Geofisika (BMG) Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan untuk meminta prakiraan cuaca pada satu jam ke depan untuk diinformasikan ke Jakarta sebelum keberangkatan pesawat.

Mereka juga berkoordinasi dengan Sriwijaya Air Jakarta untuk memberikan informasi cuaca guna kepentingan pemberangkatan pesawat Sriwijaya Air ke Tanjungpandan.

“Kita terus koordinasi dengan BMG dan Jakarta untuk antisipasi RTB (return to base-red). Karena kalau terjadi RTB banyak yang dirugikan, baik airline juga penumpang. Yang utama adalah faktor keselamatan,” kata Michael kepada Grup Bangka Pos, Kamis (11/12).

Bahwa keadaan cuaca saat ini belum memberikan kendala juga dikemukakan oleh DM Linus Airways Tanjungpandan Petrus Sulardi. “Kalau pun ada, paling delay untuk menunggu cuaca membaik. Tapi belum pernah, karena kebetulan pada saat jadwal terbang cuaca dalam keadaan baik dan memungkinkan,” kata Petrus.
Petrus mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMG Bandara HAS Hanandjoeddin untuk prakiraan cuaca, serta melakukan koordinasi dengan Linus Airways Jakarta.

3. Pemerintahan ( Edisi 12 Desember 2008 ).
    Royalti dari Timah di  Provinsi Bangka-Belitung sebesar Rp. 300 Millyar.
Provinsi Babel tahun 2008 mendapatkan royalti timah dari pemerintah pusat sebesar Rp 300 miliar. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu hanya Rp 230 miliar.
Total royalti tersebut merupakan besaran yang didapat setelah diakumulasi dengan royalti kabupaten/kota di Babel. Pemprov Babel kecipratan Rp 65 miliar, naik dibanding tahun lalu Rp 46 miliar. Royalti timah dari pemerintah pusat ini dibagikan secara triwulan sebesar 3 persen.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Babel Noor Nedi kepada Bangka Pos Group, Kamis (11/12) mengatakan, meningkatnya royalti ini merupakan imbas dari peningkatan produksi beberapa perusahaan besar dan smelter-smelter yang ada di Babel beberapa bulan lalu. Noor mengaku, dari sekian perusahaan, PT Timah (Persero) Tbk dan PT Koba Tin memberikan sumbangsih terbesar.

“Peningkatan produksi yang dihasilkan oleh para smelter memberikan sumbangsih yang baik. Sebelumnya kan smelter-smelter ini belum dihitung besarannya. Untuk kebijakan ke depan, DPRD provinsi juga gubernur baik melalui Komisi VII DPR RI serta kementerian ESDM dan BUMN telah melayangkan surat untuk peningkatan pemungutan pendapatan daerah non pajak dari sektor timah,” terang Noor.

Angka 3 persen royalti dinilai tidak realistis dalam memberikan sumbangsih kepada daerah penghasil timah. Pemprov melalui gubernur meminta besaran royalti tersebut dinaikkan hingga 5 persen.

“Berdasarkan PP No 45, kita dapat 3 persen dan angka itu mesti harus dibagi lagi untuk kegiatan bakti lingkungan, CSR, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita mengusulkan kepada pusat baik itu Menteri Keuangan, Menteri BUMN, atau Menteri ESDM untuk segera merevisi PP 45 tersebut yang berkenaan dengan penerimaan negara bukan pajak,” tuturnya.

Jika tahun ini meningkat, penerimaan royalti timah Babel tahun depan bisa saja menurun. Pasalnya, ekspor balok timah Babel akhir tahun ini mengalami penurunan karena pembatasan produksi. Disamping itu, banyak eksportir timah menghentikan produksi untuk jangka waktu belum ditentukan.

Kadisperindag Pemprov Babel Salim Holian mengatakan dari 18 eksportir timah yang terdaftar memiliki ET, selama Oktober-November 2008 yang aktif mengirim balok timah ke luar negeri hanya PT Timah Tbk dan PT Mitra Stania Prima. Padahal menurut Salim, ada eksportir lainnya yang masih aktif diantaranya PT Koba Tin, PT DS Jaya Abadi, PT Donna Kembara Jaya, PT BGM International, PT Bangka Putra Karya, dan CV United Smelting.

“Eksportir tersebut sebelum krisis masih aktif mengirim, hanya saja dengan turunnya harga, cenderung memilih menahan produk mereka,” ujar Salim.

Salim menjelaskan, krisis ekonomi global yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan, otomatis berdampak terhadap ekspor Babel secara umum termasuk balok timah.


Royalti Minyak Bumi di Bangka-Belitung.
Berbeda dengan timah, royalti minyak bumi yang diterima Babel tahun ini menurun dan hingga kini sedang dihitung oleh Badan Pengatur Hulu Minyak (BPHM) bersama Dirjen Migas. Tahun 2007, Babel meraih Rp 10 miliar dari bagi hasil minyak bumi ini.

“Tahun ini tampaknya menurun, sebab produksi Sumur Intan Widuri kita yang berada di perairan Bangka Selatan mulai menipis. Ke depan, Pak Gubernur memerintahkan saya untuk bekerjasama dengan para ahli. Kita juga secara kedinasan telah berkoordinasi dengan lembaga teknis terkat yang menangani perminyakan,” kata Noor Nedi., Beberapa lembaga yang akan diajak kerjasama antara lain Dirjen Migas Kementerian ESDM, BPPT, dan beberapa lembaga lainnya untuk mencari cadangan potensi di titik-titik tertentu. Pemprov juga mengusulkan kepada Mendagri untuk memasukkan titik-titik eksplorasi minyak yakni Sumur Lampung I dan Sumur Lampung II untuk ke wilayah perairan Provinsi Babel.

“Ternyata usulan tersebut disetujui oleh Mendagri, Menkeu, dan Dirjen Migas. Jadi jika sudah masuk tahap eksplorasi di kedua sumur itu, maka kita akan ikut dalam lifting minyak yang ada,” kata Noor.

Selain itu, dalam pencarian potensi titik-titik cadangan minyak lain, Pemprov Babel juga bekerjasama dengan ITB. Patahan Natuna di bagian utara Babel diproyeksikan menjadi lahan eksplorasi yang dimungkinkan sebab masih menyimpan banyak cadangan minyak bumi. 

Sunday, November 30, 2008

Laskar Pelangi In My Frame

Published by Zhalwa Alya Monica under on 7:00 PM
Laskar Pelangi The Movie (Sinopsis)
Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata
Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.
Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?
Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.
Jika ada film Indonesia yang paling ditunggu tahun ini, itu pasti Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza. Dengan publikasi gencar seputar pembuatan film itu sejak awal tahun, orang dibuat penasaran, seperti apa film hasil adaptasi novel laris itu.


Para penggemar novel karya Andrea Hirata itu penasaran bagaimana Riri Riza menerjemahkan kesan dan imajinasi yang mereka dapat dari buku tersebut ke dalam bahasa visual. Bagi yang belum membaca novel berjudul sama, film ini diharapkan mampu menampilkan spirit novel yang disebut- sebut sangat inspiratif itu.
Maka, dibukalah film produksi Miles Films ini dengan adegan Ikal dewasa (diperankan Lukman Sardi) menumpang bus, kembali ke kampung halamannya di Desa Gantong, Pulau Belitung. Sambil menerawang ke luar jendela bus, suara lamunan Ikal membimbing penonton memahami latar belakang sejarah sosial pulau yang pernah kaya karena timah itu.
Seusai adegan pembuka itu, lamunan Ikal pun kembali pada saat ia pertama kali masuk SD. Film pun menampilkan gambar kilas balik Belitung era 1974, saat PN Timah masih aktif beroperasi, para karyawan berseragam biru lalu lalang dengan sepeda, dan orangtua mengantar anak-anak mereka ke sekolah.


Tokoh-tokoh
Di bagian awal, film ini terlihat memusatkan perhatian pada sosok Ikal, yang pada novel sebenarnya personifikasi Andrea Hirata sendiri. Ikal kecil (diperankan aktor lokal Zulfanny) adalah anak pegawai rendahan PN Timah yang tak mampu sekolah di SD Timah, jadi mendaftar ke SD Muhammadiyah.
Lalu bermunculan tokoh lain. Ada Lintang (Ferdian), anak nelayan miskin yang harus berjalan jauh dari kawasan pesisir ke sekolah terdekat di Gantong. Lalu ada Bu Muslimah (Cut Mini), perempuan muda yang teguh bercita-cita sebagai guru. Kemudian ada Pak Harfan (Ikranagara), Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gantong, yang setia mempertahankan sekolah yang hampir ambruk.
Hari itu adalah hari penentuan sekolah tersebut. Jika tak terkumpul 10 siswa baru, sekolah berdinding kayu reyot itu harus ditutup. Untunglah pada saat-saat terakhir muncul Harun (Jeffry Yanuar), anak tunagrahita yang menjadi siswa kesepuluh, penyelamat sekolah itu.
Dari sisi teknis, film ini digarap dengan rapi. Sinematografer Yadi Sugandhi menampilkan gambar-gambar indah dan terkonsep dengan baik. Dari sisi gagasan, film ini menggarap berbagai permasalahan nyata di masyarakat dengan cara yang ringan dan cukup bisa dinikmati.
Sampai di sini, narasi Ikal dewasa masih menyertai untuk menjelaskan betapa istimewanya 10 anak tersebut. Sempat muncul dugaan, film ini akan berkonsentrasi pada kisah-kisah keajaiban masa kecil anak-anak tersebut. Ternyata tidak.
Tokoh-tokoh baru terus bermunculan ketika setting waktu meloncat ke 1979, saat anak- anak itu duduk di kelas lima. Dari 10 anak itu, muncul Borek (Febriansyah), yang terobsesi dengan badan besar ala Samson, dan Mahar (Verrys Yamarno), anak SD yang sudah kenal jazz, bertingkah seniman.
Ada pula Pak Zulkarnaen (Slamet Rahardjo), orang kaya lulusan sekolah Muhammadiyah di Jawa yang bersimpati pada keteguhan hati Pak Harfan mempertahankan SD-nya. Lalu ada Pak Bakrie (Teuku Rifnu Wikana), yang bimbang menentukan pilihan apakah tetap mengajar di SD Muhammadiyah atau pindah ke tempat lain yang gajinya lebih baik. Terakhir, ada Pak Mahmud (Tora Sudiro), guru SD Timah yang naksir dan bersimpati kepada Bu Muslimah.
Kisah-kisah
Itu baru dari segi tokoh. Dari sisi cerita, selain ada kisah kegigihan Harfan dan Muslimah mempertahankan sekolah mereka dan mengajar anak-anak itu, juga ada cerita Ikal yang jatuh cinta kepada A Ling, anak pemilik toko kelontong. Lalu kisah Lintang yang tak bisa meneruskan sekolah karena ayahnya hilang di laut dan harus mengurus adik-adiknya. Dan, terakhir, ada Flo (Marcella El Jolla Kondo), anak orang kaya yang ngotot pindah dari SD Timah ke SD Muhammadiyah.
Dalam film yang hanya berdurasi 125 menit, semua itu akhirnya mendapat porsi tidak memadai. Karakter tiap tokoh muncul permukaannya saja, setiap cerita tidak tampil dengan latar belakang dan konteks utuh, dan semua pesan akhirnya disampaikan secara verbal.
Tokoh Ikal, yang seharusnya menjadi sentral kisah tentang keajaiban mimpi dan cita-cita ini, justru makin tersisih. Pada akhir film diceritakan ia berhasil mewujudkan mimpinya pergi ke Paris dengan diterima kuliah di Universitas Sorbonne. Satu-satunya adegan dalam film yang menggambarkan mimpi itu adalah saat ia menunjukkan kaleng pemberian A Ling yang bergambar Menara Eiffel kepada Lintang.
Sebaliknya, perjuangan dan kegigihan Lintang belajar di tengah keterbatasan dan rintangan justru tidak muncul utuh. Yang ditampilkan berulang-ulang hanya perjalanan menempuh hutan dan dihadang buaya. Padahal, jika ingin mengangkat ironi dunia pendidikan kita, marjinalisasi masyarakat miskin, dan keajaiban mimpi, harusnya kisah Lintang ini yang diangkat sebagai plot utama.
Subplot mengenai Flo (termasuk perjalanan ke pulau untuk bertemu dukun), selain tak jelas latar belakang dan maknanya, juga tak berkaitan langsung dengan plot dan spirit utama film ini. Jika adegan itu dibuang, tak akan berpengaruh apa pun terhadap film secara keseluruhan.
Dalam catatan produksi resmi film Laskar Pelangi, Riri Riza mengakui tak mungkin menceritakan semua isi novel dalam durasi sebuah film. ”Menurut saya, yang perlu dipertahankan adalah substansinya: keajaiban mimpi, marjinalisasi masyarakat, dan ironi dunia pendidikan kita,” kata Riri.
Namun, dari struktur film ini, terlihat Riri masih terlalu berhasrat memasukkan sebanyak mungkin unsur menarik dari novel ke dalam film. Hasilnya, semua substansi yang ia sebut itu justru tampil serba tanggung.

Makanan Khas Belitung | Masakan Khas Belitung

Published by Zhalwa Alya Monica under on 8:35 AM
                  Di samping sebagai pulau pariwisata belitung juga mempunyai beberapa jenis masakan/ makanan khas.  Masakan/ makanan khas belitung ini mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya:
1. Berminyak
2. Rasa Asin

Adapun nama dari beberapa jenis makanan khas/ masakan khas belitung yang sudah popular adlah sebagai berikut:
1. Gangan

Saturday, November 29, 2008

Gantong, Sebagai Tempat Laskar Pelangi

Published by Zhalwa Alya Monica under on 7:47 PM



Laskar Pelangi (by.Nidji song)

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Raih bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...

Selamanya...

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu...

Download:
Nidji - Laskar Pelangi ( Soundtrack song )
Sherina_-_KuDisini.
Gita Gutawa Tak Perlu Keliling Dunia OST Laskar Pelangi.
_OST_Laskar_Pelangi_Ipang_-_Sahabat_Kecil.

Thursday, November 27, 2008

Easy Listening Bunda Alya Songs

Published by Zhalwa Alya Monica under on 5:12 PM
Lagu-lagu ini saya sukai karna ga hingar bingar, maklumlah karna saya ibu yah. Kalau ada lagu yg disuka seperti punya saya, download aja disini, ok lumayanlah buat tambah2 koleksi?
  1.   Enrique Iglesias - Hero (Original).
  2.   Bon Jovi - Bed Of Roses (Acoustic).
  3.   Enrique Iglesias - Nunca Te Olvidare.
  4.   Bon Jovi - Thank You For Loving Me.
  5.   Firehouse_Love_Of_A_Lifetime.
  6.   Here for u.

Labels


Edited By:wa2nlinux
Related Articles


Related Article Widget by Hoctro
 

Feedburner View

About Me

Feeds.Delicious

Share on Facebook