Belitung Is My Heart

Belitung Info: Pantai, makanan khas, masakan, lagu, lyrics, adat istadat, tari, musik dan lain-lain dalam bahasa Indonesia.

Info Seputar Kampung Halamanku Belitung, mulai dari Masakan, Makanan, Lagu, Adat Istiadat, Tari, Travel Guide Pantai, Kamus Bahasa dan lain-lain.

Sunday, November 30, 2008

Laskar Pelangi In My Frame

Published by Zhalwa Alya Monica under on 7:00 PM
Laskar Pelangi The Movie (Sinopsis)
Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata
Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.
Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?
Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.
Jika ada film Indonesia yang paling ditunggu tahun ini, itu pasti Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza. Dengan publikasi gencar seputar pembuatan film itu sejak awal tahun, orang dibuat penasaran, seperti apa film hasil adaptasi novel laris itu.


Para penggemar novel karya Andrea Hirata itu penasaran bagaimana Riri Riza menerjemahkan kesan dan imajinasi yang mereka dapat dari buku tersebut ke dalam bahasa visual. Bagi yang belum membaca novel berjudul sama, film ini diharapkan mampu menampilkan spirit novel yang disebut- sebut sangat inspiratif itu.
Maka, dibukalah film produksi Miles Films ini dengan adegan Ikal dewasa (diperankan Lukman Sardi) menumpang bus, kembali ke kampung halamannya di Desa Gantong, Pulau Belitung. Sambil menerawang ke luar jendela bus, suara lamunan Ikal membimbing penonton memahami latar belakang sejarah sosial pulau yang pernah kaya karena timah itu.
Seusai adegan pembuka itu, lamunan Ikal pun kembali pada saat ia pertama kali masuk SD. Film pun menampilkan gambar kilas balik Belitung era 1974, saat PN Timah masih aktif beroperasi, para karyawan berseragam biru lalu lalang dengan sepeda, dan orangtua mengantar anak-anak mereka ke sekolah.


Tokoh-tokoh
Di bagian awal, film ini terlihat memusatkan perhatian pada sosok Ikal, yang pada novel sebenarnya personifikasi Andrea Hirata sendiri. Ikal kecil (diperankan aktor lokal Zulfanny) adalah anak pegawai rendahan PN Timah yang tak mampu sekolah di SD Timah, jadi mendaftar ke SD Muhammadiyah.
Lalu bermunculan tokoh lain. Ada Lintang (Ferdian), anak nelayan miskin yang harus berjalan jauh dari kawasan pesisir ke sekolah terdekat di Gantong. Lalu ada Bu Muslimah (Cut Mini), perempuan muda yang teguh bercita-cita sebagai guru. Kemudian ada Pak Harfan (Ikranagara), Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gantong, yang setia mempertahankan sekolah yang hampir ambruk.
Hari itu adalah hari penentuan sekolah tersebut. Jika tak terkumpul 10 siswa baru, sekolah berdinding kayu reyot itu harus ditutup. Untunglah pada saat-saat terakhir muncul Harun (Jeffry Yanuar), anak tunagrahita yang menjadi siswa kesepuluh, penyelamat sekolah itu.
Dari sisi teknis, film ini digarap dengan rapi. Sinematografer Yadi Sugandhi menampilkan gambar-gambar indah dan terkonsep dengan baik. Dari sisi gagasan, film ini menggarap berbagai permasalahan nyata di masyarakat dengan cara yang ringan dan cukup bisa dinikmati.
Sampai di sini, narasi Ikal dewasa masih menyertai untuk menjelaskan betapa istimewanya 10 anak tersebut. Sempat muncul dugaan, film ini akan berkonsentrasi pada kisah-kisah keajaiban masa kecil anak-anak tersebut. Ternyata tidak.
Tokoh-tokoh baru terus bermunculan ketika setting waktu meloncat ke 1979, saat anak- anak itu duduk di kelas lima. Dari 10 anak itu, muncul Borek (Febriansyah), yang terobsesi dengan badan besar ala Samson, dan Mahar (Verrys Yamarno), anak SD yang sudah kenal jazz, bertingkah seniman.
Ada pula Pak Zulkarnaen (Slamet Rahardjo), orang kaya lulusan sekolah Muhammadiyah di Jawa yang bersimpati pada keteguhan hati Pak Harfan mempertahankan SD-nya. Lalu ada Pak Bakrie (Teuku Rifnu Wikana), yang bimbang menentukan pilihan apakah tetap mengajar di SD Muhammadiyah atau pindah ke tempat lain yang gajinya lebih baik. Terakhir, ada Pak Mahmud (Tora Sudiro), guru SD Timah yang naksir dan bersimpati kepada Bu Muslimah.
Kisah-kisah
Itu baru dari segi tokoh. Dari sisi cerita, selain ada kisah kegigihan Harfan dan Muslimah mempertahankan sekolah mereka dan mengajar anak-anak itu, juga ada cerita Ikal yang jatuh cinta kepada A Ling, anak pemilik toko kelontong. Lalu kisah Lintang yang tak bisa meneruskan sekolah karena ayahnya hilang di laut dan harus mengurus adik-adiknya. Dan, terakhir, ada Flo (Marcella El Jolla Kondo), anak orang kaya yang ngotot pindah dari SD Timah ke SD Muhammadiyah.
Dalam film yang hanya berdurasi 125 menit, semua itu akhirnya mendapat porsi tidak memadai. Karakter tiap tokoh muncul permukaannya saja, setiap cerita tidak tampil dengan latar belakang dan konteks utuh, dan semua pesan akhirnya disampaikan secara verbal.
Tokoh Ikal, yang seharusnya menjadi sentral kisah tentang keajaiban mimpi dan cita-cita ini, justru makin tersisih. Pada akhir film diceritakan ia berhasil mewujudkan mimpinya pergi ke Paris dengan diterima kuliah di Universitas Sorbonne. Satu-satunya adegan dalam film yang menggambarkan mimpi itu adalah saat ia menunjukkan kaleng pemberian A Ling yang bergambar Menara Eiffel kepada Lintang.
Sebaliknya, perjuangan dan kegigihan Lintang belajar di tengah keterbatasan dan rintangan justru tidak muncul utuh. Yang ditampilkan berulang-ulang hanya perjalanan menempuh hutan dan dihadang buaya. Padahal, jika ingin mengangkat ironi dunia pendidikan kita, marjinalisasi masyarakat miskin, dan keajaiban mimpi, harusnya kisah Lintang ini yang diangkat sebagai plot utama.
Subplot mengenai Flo (termasuk perjalanan ke pulau untuk bertemu dukun), selain tak jelas latar belakang dan maknanya, juga tak berkaitan langsung dengan plot dan spirit utama film ini. Jika adegan itu dibuang, tak akan berpengaruh apa pun terhadap film secara keseluruhan.
Dalam catatan produksi resmi film Laskar Pelangi, Riri Riza mengakui tak mungkin menceritakan semua isi novel dalam durasi sebuah film. ”Menurut saya, yang perlu dipertahankan adalah substansinya: keajaiban mimpi, marjinalisasi masyarakat, dan ironi dunia pendidikan kita,” kata Riri.
Namun, dari struktur film ini, terlihat Riri masih terlalu berhasrat memasukkan sebanyak mungkin unsur menarik dari novel ke dalam film. Hasilnya, semua substansi yang ia sebut itu justru tampil serba tanggung.

Makanan Khas Belitung | Masakan Khas Belitung

Published by Zhalwa Alya Monica under on 8:35 AM
                  Di samping sebagai pulau pariwisata belitung juga mempunyai beberapa jenis masakan/ makanan khas.  Masakan/ makanan khas belitung ini mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya:
1. Berminyak
2. Rasa Asin

Adapun nama dari beberapa jenis makanan khas/ masakan khas belitung yang sudah popular adlah sebagai berikut:
1. Gangan

Saturday, November 29, 2008

Gantong, Sebagai Tempat Laskar Pelangi

Published by Zhalwa Alya Monica under on 7:47 PM



Laskar Pelangi (by.Nidji song)

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Raih bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...

Selamanya...

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu...

Download:
Nidji - Laskar Pelangi ( Soundtrack song )
Sherina_-_KuDisini.
Gita Gutawa Tak Perlu Keliling Dunia OST Laskar Pelangi.
_OST_Laskar_Pelangi_Ipang_-_Sahabat_Kecil.

Thursday, November 27, 2008

Easy Listening Bunda Alya Songs

Published by Zhalwa Alya Monica under on 5:12 PM
Lagu-lagu ini saya sukai karna ga hingar bingar, maklumlah karna saya ibu yah. Kalau ada lagu yg disuka seperti punya saya, download aja disini, ok lumayanlah buat tambah2 koleksi?
  1.   Enrique Iglesias - Hero (Original).
  2.   Bon Jovi - Bed Of Roses (Acoustic).
  3.   Enrique Iglesias - Nunca Te Olvidare.
  4.   Bon Jovi - Thank You For Loving Me.
  5.   Firehouse_Love_Of_A_Lifetime.
  6.   Here for u.

Download Lagu Anak

Published by Zhalwa Alya Monica under on 3:47 AM


 Beberapa lagu untuk anak-anak, silahkan download di sini
 Part.I
  1.  Belitung Download Lagu anak  One, Two, Buckle My Shoe 
  2.  Belitung Download Lagu anak  Old Mc Donald had a Farm
  3.  Belitung Download Lagu anak  This Old Man. 
  4.  Belitung Download Lagu anak  Here We Go Round The Mulberry.  
  5.  Belitung Download Lagu anak  You Are My Sunshine.
  6.  Belitung Download Lagu anak  Oh Dear What Can The Matter B.
  7.  Belitung Download Lagu anak  The Grand Olde Duke Of York.
  8.  Belitung Download Lagu anak  Yankee Doodle.
  9.  Belitung Download Lagu anak  How Much Is That Doggy In The. 
  10.  Belitung Download Lagu anak  Michael Finigan.
  11.  Belitung Download Lagu anak  Farmer In The Dell.
  12.  Belitung Download Lagu Anak I Had A Little Nut Tree
  13.  Belitung download Lagu Anak  Bingo.
  14.  Belitung Download Lagu Anak Peas Pudding.
  15.  Belitung Download Lagu Anak Ring-A-Ring-A-Roses.







Monday, November 24, 2008

Lagu Kesukaan Anak Ku Zhalwa

Published by Zhalwa Alya Monica under on 9:57 PM
Kadang- kadang anak kami sangatlah rewel , ada yg sangat dia suka adalah ketika kami menyanyikan lagu2 ini..., sangat membantu menghibur nya. ini adalah salah satu contoh,..coba download
  1. Balonku ( in Piano note ).
  2. Gundhul ( in Piano note ).
  3. Naik_delman ( in Piano note ).
  4. Pelangi ( in Piano note ) .
  5. Thomas & Friend ( Original Song ).

Asal Muasal e Pulau Belitung Bagian 3

Published by Zhalwa Alya Monica under on 9:48 PM
           Tahun 1850 Dr. J.H. Croockewit diutus oleh pemerintah Hindia Belanda
untuk mengadakan lagi penyelidikan adanya kemungkinan bijih timah di
Belitung, namun sekali lagi ia gagal dan tidak mendapat bantuan dari
Depati Rahad ataupun dari rakyat. Pada 28 juni 1851. Para eksplorer
timah berangkat dari Mentok dengan membawa surat resmi kepada Depati KA
Rahad. Mereka adalah, J.F. Loudon, Van Tuyll, Corns de Groot, dan Den
Dekker. Nampaknya Depati KA Rahad masih tetap mengatakan jika bijih
timah tidak ada di Belitung, namun tentu saja para ekplorer ini tidak
puas dan mengatakan jika misi mereka tidak berhasil maka akan ada misi
berikutnya yang akan datang sampai timah ditemukan.Den Dekker terus
mencari tahu dari penduduk dan ia mendapat keterangan jika ada seorang
melayu yang akan menunjukkan adanya timah di Beltiung, orang itu
dulunya pekerja parit timah pada KA Hatam di Cerucuk, Tuk Munir dari
Singkep. Tuk Munir lah yang menunjukkan adanya timah di dekat sungai
Seburik.Maka terbukalah rahasia yang selama ini dijaga oleh Depati KA
Rahad. Dan KA Rahad tak dapat menghindar lagi kemudian memerintahkah
kepada orang-orangnya untuk menunjukkan di mana saja ada terdapat bijih
timah. Sejak itu terjadilah kerjasama pencarian bijih timah ke seluruh
penjuru pulau Belitung dilakukan dengan didampingi oleh KA Luso dan KA
Jalil sebagai mewakili Depati.Para Pencari bijih timah yang dapat
bekerjasama dengan baik pada keluarga depati, dan penggalian-penggalian
mulai dilakukan. Kandungan timah di Belitung begitu banyak sehingga
resident Bangka mulai menunjukkan gelagat untuk mengatur Belitung.

Tahun 1852 Atas desakan J.F. Loudon, Belitung memisahkan diri dari
keresidenan Bangka dan bertanggungjawab langsung ke Batavia. Ini
merupakan satu-satunya asistent residen di Hindia Belanda yang tidak
menjadi bawahan resident.Tahun 1854 Depati KA Rahad meninggal dunia, di
makamkan di Air Labu Kembiri.

Tahun 1856-1873, Depati Cakraninggrat IX, KA Mohamad Saleh alias KA
Saleh, menggantikan abangnya KA Rahad karena tidak menurunkan putra
mahkota. Naiknya KA Saleh maka posisi kepala distrik Tanjungpandan
dipegang oleh KA Jalil.

Tahun 1856, orang-orang China mulai didatangkan secara berkala untuk menjadi pekerja parit timah di Belitung.

Tahun 1860, 15 November, perusahaan penambangan timah berdiri dengan
nama Billiton Maatschappy. Depati KA Mohamad memiliki saham atas parit
timah di Bengkuang. Parit Bengkuang ini merupakan cikalbakal lahirnya
Kota Manggar. Tahun 1864, ekploitasi timah mulai diusahakan hampir di
seluruh Belitung, pada masa ini jalan raya yang menghubungkan ke semua
distrik dibangun dibawah pengawasan KA Jalil. Pembangunan jalan ini
menghabiskan waktu 8 tahun dengan janji oleh Belanda bahwa usai
pembangunan jalan, penduduk Belitung akan disejahterakan.

Tahun 1866, Billiton Maatschappy masih terus mendatang pekerja dari
China hingga berjumlah 2724 orang. Banyaknya orang China ini maka oleh
Belanda perlu pengawasan oleh komunitas mereka sendiri. Di Wilayah
Tanjungpandan dipimpin oleh Kapten Ho A Jun dan di Manggar di pimpin
oleh seorang Letnan China serta di beberapa wilayah penambangan yang
disebut dengan “wijkmeester” . J.F Loudon juga mempekerjakan seorang
jurutulis China Phang Tjong Tjun.

Tahun 1870, di tepi Sungai Seburik dibangun dermaga tempat tambat
kapal, juga dibukanya sekolah untuk orang Tionghoa.Tahun 1870-1875,
penduduk diharuskan menanam pohon kelapa.Tahun 1870, mesjid Jami’
Tanjungpandan dibangun.Tahun 1871, didirikan gedung sositet di
TanjungpandanTahun 1872, 12 Oktober, jalan raya di seluruh Belitung
selesai dibangun dibawah pengawasan KA Jalil.

Tahun 1873, KA Saleh sudah uzur, mengundurkan diri jadi depati. Pada
tahun ini juga Pangkat Depati dihapuskan oleh Belanda. Dan semua tugas
pemerintahan dialihkan kepada KA Jalil.Tahun 1874, KA Jalil menagih
janji pada Belanda tentang kesejahteraan rakyat Belitung maka sekolah
rakyat pertama dibangun, dengan dua kelas di Tanjungpandan.

Tahun 1876, KA Saleh meninggal dunia dan tak menurunkan putra mahkota,
beliua dimakamkan dekat makam ramondanya KA Rahad di CerucukTahun 1879,
sekolah rakyat dibangun di Manggar sebanyak dua kelas.

Tahun 1879-1890, Depati Kepala Distrik Belitong, KA Endek. Setelah KA
Saleh meninggal dan pemerintahan digantikan oleh KA Jalil, tapi
kemudian Pemerintah Hindia Belanda sekonyong-konyong mengeluarkan surat
keputusan dengan Belsuit GG tgl 17 Januari 1879 No. 9, untuk mengangkat
KA Endek menjadi Depati Kepala Distrik Belitong. Keputusan ini membuat
ketidak senangan dari KA Jalil karena setelah Depati KA Saleh berhenti
dari jabatan depati, Belanda telah menyerahkan pemerintahan kepada
dirinya.Alasan pengangkatan KA Endek jelas sekali karena karir KA Endek
seorang administratur jika dibandingkan dengan KA Jalil yang menurut
Belanda hanya cakap secara adat untuk menguasai rakyatnya. Karena itu,
secara adat para ngabehi di tiap distrik hanya setia pada KA Jalil
hingga beliau meninggal tahun 1887, dan dimakamkan di pekuburan Nunuk
Tanjungpandan.

Karir KA Endek yang bekerja pada instansi Belanda dimulai menjadi
kepala polisi dengan Belsuit GG tgl 19 Agustus 1854 No.2. kemudian
menjadi Hoofd Jaksa dengan Belsuit GG tgl 26 Agustus 1867 No 5. Dengan
memakai kekuasaan KA Endek yang menjadi depati kepala kepala distrik,
Belanda menerapkan pajak kepada rakyat Belitung yaitu, Pajak kepala,
Heerendienst dan Gardoedienst. Pajak itu mulai berlaku tahun 1881.
Dengan bertambahnya pendapatan rakyat maka dikenakan pula macam-macam
cukai seperti Pachter, Candu, Arak, Babi, Perjudian, dan lain-lainnya.

Pada tahun 1890, KA Endek diberhentikan dengan Belsuit GG 5 April 1890
No.6 dan atas jasanya ia diberi lencana emas kecil yang bertuliskan
“Ngabehi KA Endek” setahun kemudian beliau berangkat ke Tanah Suci
Mekkah dan meninggal dunia di sana.

Karena kedudukan dan pangkat depati dihapuskan Belanda maka untuk
menjaga hubungan baik antara pemerintahan Belanda dengan keluarga raja
maka semua kepala distrik diangkat dari keluarga Depati Cakraninggrat,
akibatnya beberapa distrik yang sebelumnya dipimpin oleh turunan
ngabehi dihapus kekuasaannya oleh Belanda.

Pada Tahun 1890, distrik Sijuk dan Belantu dihapuskan menjadi
kelurahan. Namun Distrik baru pun dimunculkan oleh Belanda yaitu
Manggar dan Dendang. Distrik yang dipertahankan adalah Buding, Badau,
Lenggang, dan Tanjungpandan, semua kepala distrik ini digaji oleh
pemerintah Hindia Belanda.

Pada Tahun 1892, Sebutan “Ngabehi” sebagai kepala distrik dihapuskan
oleh Belanda maka mulai saat itu hanya dikenal kepala distrik saja
meski pun begitu, sebutan untuk Ngabehi kepada kepala distrik secara
adat tetap dipakai oleh rakyat, namun kemudian redup ditelan
zaman.Tahun 1896, di Manggar dibangun gereja katolik kecil di
Samak.Tahun 1898, moderninasi alat-alat perusahaan timah, adanya
lokomobil, serta hubungan telpon.Tahun 1903, adanya pesawat telegram
untuk berhubungan dengan Pulau Jawa. Tahun 1905, Distrik Kelapakampit
muncul dan penduduk pribumi Belitung menjadi 39.483 sedangkan peduduk
China berjumlah 22.670 karena itu dibutuhkan sekali untuk menempatkan
seorang “Civil Gezaghebber” di Manggar sebagai pembantu asisten
resident.

Tahun 1908, didatangkan mobil pertama ke Belitung.Tahun 1909,
pembangkit listrik dibangun di Manggar (EC)Tahun 1914-1918 pembukaan
sekolah rakyat di Sijuk, Dendang, Lenggang, serta di Tanjungpandan
dibuka H.I.S (Hollandsch Indonesische School)Tahun 1915, pencanangan
hutan cadangan, adanya pelarangan penebangan kayu di hutan lindung.

Tahun 1915, pasar Manggar terbakar seluruhnya. Tahun 1917, pembangunan
gedung sandiwara di Tanjungpandan, gedung ini kemudian menjadi bioskop
Garuda, kini pasar swalayan Puncak.Tahun 1921, harga timah merosot
setelah berakhirnya perang Dunia I, maka Hindia Belanda mengadakan
penghematan besar-besaran terhadap anggarannya

Tahun 1921, Demang pertama KA Abdul Adjis. Tepatnya tanggal 28 Juni
1921 asistent resident ALM Clignett, menjadikan Belitung Rechte
Gemeencshap Billiton, berkedudukan di Tanjungpandan dan dipimpin oleh
seorang Demang, serta asistent demang yang berkedudukan di Manggar dan
Dendang. Ini bagian dari penghematan anggaran pemerintah Hindia Belanda
sesudah perang dunia I.Tahun 1924, tanggal 9 September. Billiton
Maatschappy diubah menjadi NV GMB atau NV. Gemeenscha Pelyke Mynbouw
Maatschappy Billiton. Tahun 1926, Raad Van Beheer NV GMB mendirikan
Dana Kesejahteraan Rakyat Belitung (Bevolkingsfonds Billiton) guna
mengenang 75 tahun berdirinya Maatschappy Billiton. Dana tersebut
digunakan untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat
Belitung maka didirikan Jawatan kesehatan Rakyat, kemudian Sekolah
pertukangan (Ambaschtscursus) di Manggar.Tahun 1927, asistent resident
mengadakan sekolah desa pertama.Tahun 1929, diusahakan untuk membuat
perkebunan lada.

Tahun 1930-an Belitung tekena juga dampak krisis dunia, pertambangan
timah banyak ditutup dan para pekerja diberhentikan, termasuk
pertambangan bijih besi dan tembaga di Gunung Selumar.

Tahun 1933, 1 Maret, Belitung menjadi Onderafdeling dari dari
Keresidenan Bangka, sejak terpisah tahun 1852 karena tahun 1852
asistent resident Belitung langsung bertanggungjawab ke Batavia. Tahun
itu juga kedudukan dan pangkat “Civil Gezaghebber” di Manggar
ditiadakan.Tahun 1935, Belitung dibagi menjadi dua distrik, Belitung
Barat dan Belitung Timur masing-masing dikepalai seorang Demang.Tahun
1935, Demang membuat kebijakan membuka percobaan perkebunan, singkong,
kacang, jagung, dan pepaya yang bibitnya didatangkan dari jawa.Tahun
1936, Demang pula membuat kebijakan pembukaan sawah di Perpat, Mentigi,
tapi mengalami kegagalan.

Belitung menerima dampak perang dunia II dan harga timah melonjakTahun
1940, Jerman menduduki negeri Belanda maka Hindia Belanda mesti membuat
kebijakan sendiri.

Tahun 1941, Hindia Belanda menyatakan perang kepada Jepang.Tahun 1942,
28 Februari, Jepang melakukan serangan udara terhadap Belitung. Ini
menimbulkan kepanikan luar biasa, sekolah ditutup, orang-orang kota
bersembunyi ke hutan dan kampung-kampung. Orang Eropa dievakusi ke
Jawa, dua buah kapal yang membawa mereka ditenggelamkan.Tahun 1942, 10
April, Jepang masuk ke Belitung, pegawai NV GMB di internir. Demang KA.
Moh.Yusup ditunjuk Jepang sebagai Pengganti asistent residen untuk
waktu tiga bulan dan bertanggung jawab kepada komandan militer.Tahun
1943, Januari, sekolah-sekolah dibuka lagi, upaya mendatang bahan
makanan untuk rakyat. Perbaikan besar-besaran terjadi termasuk
pembukaan tambang-tambang timah. NV GMB dirubah menjadi MKK yaitu
“Mitsubishi Kogyoka Kaisha”. Tambang terowongan di Gunung Selumar
dibuka lagi khusus untuk menggali bijih besi dan tembaga.

Tahun 1943, peladangan padi dibangun Jepang di Perpat selama 6 bulan
dan menghasilkan 800 ton padi ladang.Tahun 1943, Jepang membuka
pelabuhan bebas, Belitung berkembang pesat dan ramai, dibuka sekolah
pertukangan perahu di Manggar. Dan perahu-perahu 50 ton ke atas
dibangun.

Tahun 1943, Pelabuhan udara di Buluh Tumbang dibangun untuk kepentingan
militer, sampai akhir perang dunia II sarana itu belum selesai.Tahun
1945, Jepang membentuk Badan Kebhaktian Rakyat yang bertugas membantu
pemerintahan jepang, badan ini dibubarkan usai perang.Tahun 1945, 6
September, pejabat kepala daerah mendapat surat kawat dari resident
Bangka, berisi tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan perintah
untuk membentuk Komite Nasional Indonesia yang bertugas mengambil alih
kekuasaan dari tangan Jepang, namun Jepang meninggalkan Belitung sudah
pada bulan Agustus. Komite belum terbentukTahun 1945, KA Moh. Yusup
pulang dari Bangka bersama dengan R.M Joedono, mengambil alih pimpinan
pemerintahan dan segera mengadakan rapat-rapat dengan pemuka rakyat,
juga tiga orang utusan Resident Bangka untuk segera membentuk Komite
Nasional Indonesia.

Tahun 1954, 18 Oktober, dengan pesawat terbang, 3 orang mantan pegawai
GMB mendarat di Tanjungpandan dan langsung menuju kantor pemerintahan
daerah yang saat itu sedang diadakan pembentukan Komite Nasinal
Indonesia, pada hari itu komite terbentuk.

Tahun 1954, 21 Oktober, Belitung diduduki tentara Belanda yang
membonceng tentara sekutu. Perintah resident Bangka untuk menyambut
mereka dengan baik, tapi masyarakat melakukan perlawan pasif. Ada
rencana melakukan perlawanan aktif yang diatur oleh R Margono, dia
mantan polisi.Tahun 1945, 24-25 Nopember pasukan rakyat dari Sijok, Aik
Selumar, Aik seruk, bergerak ke pusat kota TanjungPandan untuk menyerbu
tentara Belanda, perlawanan tak seimbang menghadapi senjata moderen
Belanda hingga ada yang gugur dan penyerbuan itu pun mundur. Atas
perlawan ini beberapa pemimpin rakyak ditangkapi oleh Belanda.

Tahun 1945, 14-19 Desember, perlawanan terhadap tentara Belanda yang
dipimpin oleh FFJ. Manusama terjadi di Pulau Mendanau, guna menghadang
pendaratan tentara Belanda yang menggunakan kapal perang “Admiraal
Trom”Tahun 1946, Belanda membentuk “Dewan Belitung Sementara” diketuai
kepala pemerintahan Belanda.

Tahun 1947, Desember, Dewan Belitung Sementara menjadi Dewan Belitung
yang beranggotan 18 orang, diketuai oleh KA Moh.Yusup. Sejak itu
Belitung menjadi otonom yang langsung berada dibawah pemerintah pusat
Jakarta. Tahun 1947, selama 4 bulan pegawai GMB mengadakan pemogokan
untuk memprotes pendudukan tentara Belanda di Belitung. Karena aksi ini
maka GMB mengadakan perubahan kebijakan terhadap pegawainya dengan
memberikan berbagai insentif. Selanjutnya melakukan modernisasi
terhadap alat-alat produksinya.

Tahun 1948, Januari, Dewan Belitung bergabung dengan Dewan Bangka dan
Dewan Riau, menjadi satu Negara Federasi BABERI (Bangka Belitung Riau)
yang disyahkan pada 23 Januari 1948. Sebagai Negara Federal Bangka
Belitung dan Republik Inonesia Serikat (RIS) mengirim utusan dalam KMB
(Konprensi Meja Bundar di Den haag Belanda, tahun 1949) mewakili Bangka
oleh Saleh Acmad dan Dr, Liem Chai Lie dan mewakili Belitung KA Moh.
Yusup.Tahun 1950, 4 April, Dewan Belitung dibubarkan bersamaan bubarnya
Negara Federal dan Belitung bergabung dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Tahun 1950, 21 April, Perdana Menteri Dr. Halim bersama
dengan Gubernur sumatera Selatan Dr. M. Isa berkunjung ke Bangka. Dan
Bangka Belitung diserahkan kepada gubernur Sumatera Selatan untuk
menjadi bagian Provinsi Sumatera Selatan. Keputusan itu baru tertuang
dalam Undang-Undang Darurat No. 3. Tahun 1956.

Tahun 1950, 27 April, Presiden Soekarno mengunjungi Belitung.Tahun
1968, 29 September, di Hotel Tanjung Kelayang diadakan rapat, dihadiri
utusan Kabupaten Bangka, Kodya Pangkalpinang, Kabupaten Belitung, guna
persiapan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung, memisahkankan diri dari
Provinsi Sumatera Selatan, munculnya Deklarasi Tanjung Kelayang.

( Nukil dari begalor.com )

Labels


Edited By:wa2nlinux
Related Articles


Related Article Widget by Hoctro
 

Feedburner View

About Me

Feeds.Delicious

Share on Facebook